Inilah Keistimewaan Dari Ibadah Umroh

Kategori │Umroh

Inilah Keistimewaan Dari Ibadah Umroh - Setiap ibadah yang susuai bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berisi keistimewaan. Shalat terdapat keistimewaannya. Zakat terdapat keistimewaannya. Puasa mempunyai keistimewaan tersendiri. Allah SWT melafalkan keistimewaan ibadah-ibadah itu secara khusus. Termasuk ibadah umroh dan haji, yang untuk kaum muslim di tanah air memerlukan usaha yang lumayan berat. Dari mulai ongkos sampai kepada hal fisik yang mesti dijalaninya.




Baca juga : Pengertian Dari Maqbul Dan Mabrur Dalam Ibadah Haji Dan Umroh

Ibadah umroh disyariatkan oleh Allah SWT melewati Rasulullah Muhammad shalallaahu alaihi wasalam sebab mempunyai keistimewaan dan fadillah yang paling besar untuk kita. Inilah keutamaan dan fadilah ibadah umroh.

1.Ibadah umroh yang satu untuk umroh berikutnya ialah kaffaroh, penghapus dosa.
Allah SWT bakal menghapus dosa-dosa anda diantara pengamalan umroh yang satu dengan umroh berikutnya. Sederhananya begini, bila lima atau 10 tahun lalu anda sudah mengemban umroh, selanjutnya tahun ini alhamdulillah kita dapat berangkat umroh lagi maka dosa-dosa diantara kedua umroh itu akan dimaafkan oleh Allah SWT.

Hal ini berdasarkan penuturan Rasulullah Muhammad shalallaahu alaihi wasalam sebagai berikut:

“Umrah (yang pertama) kepada umrah yang berikutnya sebagai kaffarat (penghapus) bagi (dosa) yang dilakukan di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya, melainkan Surga.” ( HR. Malik, al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa-i dan Ibnu Majah). Lihat Shahih at-Targhiib No. 1096.)

2.Haji dan umroh ialah jihad untuk para perempuan dan orang yang lemah.
Para ibu-ibu dan kaum wanita lazimnya serta mereka yang lemah secara phisik, yang dalam urusan ini tidak dapat berjihad atau berperang di masa Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam, mereka tetap mendapatkan fadillah pahala jihad dengan teknik melaksanakan ibadah umroh.

Lihat juga :
> http://www.cruzroja.es/creforumvolint_en/user/profile/19510.page
> https://github.com/denatourumrah
> https://readthedocs.org/projects/denatourumrah
> https://www.kdpcommunity.com/s/profile/005f4000002iq6b
> https://disqus.com/by/denatourumrah
> https://gitlab.com/denatourumrah
> https://labs.maarch.org/denatourumrah
> https://gitlab.nektar.info/denatourumrah
> https://savannah.gnu.org/people/resume.php?user_id=123697
> https://www.surveymonkey.com/r/KPYCC5P

Hal ini berdasarkan penuturan Rasulullah Muhammad shalallaahu alaihi wasalam sebagai berikut:

Dalam riwayat Ibnu Khuzaimah, ‘Aisyah berkata: “Aku bertutur: ‘Ya Rasulullah, apakah ada kewajiban berjihad bagi kaum wanita?’ Beliau berkata: ‘Bagi wanita adalah jihad yang tidak ada peperangan padanya (yaitu) haji dan umrah.'” (Dishahihkan oleh al-Albani, lihat Shahih at-Targhiib No. 1099).

Dan dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu, dari Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam, beliau bersabda: “Jihad orang yang tua, orang yang lemah dan wanita adalah haji dan umrah.”

Baca juga : Menjaga Kesehatan Saat Umroh

Kalau dalam hadits yang beda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam pernah menuliskan bahwa ibadah yang sangat utama ialah jihad maka sekali lagi urusan ini tergantung untuk siapa beliau waktu tersebut berbicara. Oleh sebab itu, situasi tersebut paling tepat untuk kaum muslimin dibeberapa tempat ketika ini yang dapat membayar ibadah haji secara benar dan ikhlas. Maka pahalanya setara dengan berjihad dijalan Allah.

Pertanyaanya pasti saja, sebab saat ini tidak terdapat lagi pertempuran atau berjihad dalam peperangan, apakah hadits ini tetap berlaku. Jawabannya tegas, tetap berlaku. Oleh karena doktrin Islam yang disampaiakan Rasulullah Muhammad shalallaahu alaihi wasalam ialah universal, rahmatan lil alamin dan berlaku hingga akhir jaman.

Lihat juga :
> https://www.dell.com/community/user/viewprofilepage/user-id/3477171
> https://www.emailmeform.com/builder/form/HdbN38365ZfMT0X
> https://www.lexisnexis.com/lextalk/members/denatourumrah/default.aspx
> http://www.gamcare.org.uk/users/denatourumrah
> https://speakerdeck.com/denatourumrah
> https://www.liveinternet.ru/users/denatourumrah
> https://gitlab.cs.univie.ac.at/denatourumrah
> https://www.intensedebate.com/people/denatourumrah
> https://framasphere.org/people/4549b780427001364db42a0000053625
> https://www.wantedly.com/users/71650996




3.Jamaah umroh ialah tamu-tamu Allah SWT yang doanya dikabulkan.
Ibadah Haji dan umroh menjadi istimewa sebab orang yang datang ke Tanah Suci untuk membayar ibadah haji dan umroh ialah tamu Allah SWT. Begitulah biasa dinamakan dan memang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menuliskannya demikian. Haji dan umrah ialah tamu Allah SWT sampai-sampai apa yang diminta sang tamu bakal dikabulkan oleh-Nya. Ini ialah bentuk keistimewaan yang istimewa.

Seperti siswa-siswi sekolah datang melakukan trafik wisata ilmiah ke taman buah. Setelah mengerjakan penelitian ditempat itu mereka dipersilakan guna memetik buah sesuka mereka. Mereka boleh membawa pulang sejumlah buah guna dimakan sendiri maupun oleh-oleh saudaranya. Demikian pula ibadah haji. Allah SWT mempersilakan mereka yang datang guna meminta apa saja dan ia bakal mengabulkannya.

Hal itu ditegaskan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dalam sabdanya,

“Orang yang mengerjakan haji dan umroh merupakan tamu Allah, maka jika mereka bermohon kepadanya, pastilah dikabulkan-Nya, dan jika mereka memohon ampunan pasti diampuni-Nya”. (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

Apalagi yang diharapkan oleh seorang insan kecuali doanya dikabul dan dosanya diampuni. Dalam riwayat yang beda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

“Orang-orang yang sedang berhaji atau berumroh, adalah tamu-tamu Allah dan para peziarah rumah-Nya. Jika mereka meminta dari-Nya sesuatu, niscaya ia akan memberi kepada mereka. Dan jika mereka memohon ampunan dari-Nya, niscaya ia akan mengampuni mereka. Dan jika mereka berdoa kepada-Nya, niscaya ia akan mengabulkannya. Dan jika mereka bersyafaat (memintakan sesuatu untuk orang lain) kepada-Nya, niscaya ia akan menerima syafaatnya” (HR Ibnu Majah dari Abu Hurairah, dengan beberapa perbedaan susunan redaksinya).

“Orang yang berperang dijalan Allah, orang yang haji dan orang yang umrah, adalah tamu Allah. Dia memanggil mereka, maka mereka pun menjawab (panggilan)-Nya dan mereka memohon kepada-Nya. Dia-pun memberikan permohonan mereka.”

Sebagai tamu Allah SWT, jamaah haji dan umroh diterima oleh shahibul bait (tuan rumah) yakni Allah SWT. Mereka bakal mendapatkan hidangan dari Allah SWT berupa rahmat Allah, berkah Allah dan maghfirah dari Allah SWT.

Jamaah haji dan umroh yang berdoa di Tanah Suci yaitu di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, maka doa-doa itu akan dikabulkan Allah SWT. Karena memang tempat-tempat itu adalahtempat yang mustajab. Di Masjid Nabawi terdapat raudhoh atau unsur dari taman surga. Di Masjidil Haram terdapat Maqom Ibrahim, Multazam, Hijr Ismail, Hajar Aswat, Bukit Shofa dan Bukit Marwah, dimana di tempat-tempat itu adalahtempat yang mustajab. Baik doa guna keselamatan dan kesejahteraan dusun akhirat maupun keselamatan dan kesejahteraan dunia. Tentunya kecukupan harta dan kebarokahan sekitar hidup di dunia bareng keluarga dan saudara-saudara kita.

Lihat juga :
> https://bible.org/users/denatourumrah
> https://www.threadsmagazine.com/profile/denatourumrah
> http://languagebox.ac.uk/profile/7164
> https://about.me/denatourumrah
> http://pixelhub.me/denatourumrah
> https://twinoid.com/user/9762833
> https://framagit.org/denatourumrah
> https://colivre.net/denatourumrah/wisata-muslim-australia-tour-idul-fitri
> https://www.referralkey.com/denatourumrah
> https://logopond.com/denatourumrah/profile/293809

4.Wafat dalam menjalankan ibadah umroh pahalanya disalin sampai hari kiamat.
Keutamaan orang-orang yang wafat dalam perjalanan untuk mengemban ibadah haji dan umroh, serta keutamaan orang yang wafat dalam suasana berihram (ditengah pengamalan ibadah haji dan umrah) ialah mendapatkan anugerah pahalanya disalin sampai hari kiamat. Semuanya termaktub dalam hadits-hadits dibawah ini:

a.Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallaahu anhu ia berkata, aku mendengar Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
“Tidaklah unta (yang dikendarai) seseorang yang melaksanakan haji mengangkat kaki(nya) dan tidak pula meletakkan tangan(nya) melainkan Allah mencatat bagi orang itu satu kebaikan atau menghapus darinya satu kejelekan atau mengangkatnya satu derajat.”
b.Dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu, ia berkata, Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
“Barangsiapa keluar dalam melaksanakan haji lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang haji hingga hari kiamat. Barangsiapa keluar dalam melaksanakan umrah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang melaksanakan umrah sampai hari kiamat, dan barangsiapa keluar dalam berperang dijalan Allah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang berperang dijalan Allah sampai hari kiamat.”

5.Ibadah umroh dapat mengilangkan kefakiran.
Bila kita menyaksikan saudara anda yang setelah kembali dari haji atau umroh maka tampak kehidupannya semakin baik, rejekinya mengalir terus dan keluarganya meningkat barokah, itulah di antara fadilah ibadah tersebut. Haji dan umroh insya Allah mabrur dan makbulan, diterima oleh Allah SWT. Seluruh ongkos yang dipakai untuk berangkat haji dan umroh sudah diganti oleh Allah SWT dengan berlipat-lipat.

“Ikutilah antara ibadah haji dan umrah, karena keduanya akan menghilangkan kefakiran dan berbagai dosa sebagaimana alat pandai besi menghilangkan kotoran yang ada pada besi, emas dan perak. Dan tiada balasan pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga, tidaklah seorang mukmin dalam kesehariannya berada dalam keadaan ihram, melainkan matahari terbenam dengan membawa dosa-dosanya.”

Sunnah tersebut semakin ditekankan lagi jika telah melewati empat atau lima tahun dari haji dan umroh yang dilakukan sebelumnya, berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam:

“Sesungguhnya Allah berfirman: ‘Sesungguhnya seorang hamba yang telah Ku-sehatkan jasadnya dan Ku-lapangkan penghi-dupannya, telah berlalu lima tahun atasnya, dia tidak datang kepada-Ku, benar-benar dia seorang yang diharamkan (dihalangi dari kebaikan-Pent). (HR. Ibnu Hibban dalam shahihnya, Abu Ya’la dan al-Bai-haqi).

“Bahwasanya Allah berfirman: ‘Sesungguh-nya seorang hamba yang telah Ku-sehatkan tubuhnya, Ku-lapangkan rizkinya, (namun) dia tidak datang kepada-Ku pada setiap empat tahun, benar-benar dia seorang yang diharamkan (dihalangi dari kebaikan,-Pent) (Al-Haitsami berkata dalam Majma’uz Zawaa-id perawi hadits ini semuanya perawi kitab ash-Shahih).

6.Fadillah pahala satu kali umroh dengan sholat dua rakaat di Masjid Quba.
“….Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (Mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih” (QS At Taubah: 108)

“Ketika pembangunan Masjid ini selesai, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mengimami shalat selama 20 hari. Semasa hidupnya, lelaki yang dijuluki Al-Amin ini selalu pergi ke Masjid Quba setiap hari Sabtu, Senin dan Kamis. Setelah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam wafat, para sahabat menziarahi masjid ini dan melakukan salat di sana.”( HR. Bukhari no. 1117 , HR. Muslim no. 2478)

Shalat di masjid Quba memiliki keutamaan. Menurut Hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam yang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif radhiyallahu ‘anhum, ia pernah mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu ia shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah”.( HR. Tirmizi no. 298. Ibnu Majah no. 1401)

Masjid Quba ini terletak di luar kota Madinah. Jadi menilik fadilah sholat di Masjid Quba yang paling besar, maka bila kita telah berada di Madinah dalam rangka menjalankan ibadah umroh atau haji, tidak boleh sampai lupa mengerjakan sholat di Masjid Quba.

Lihat juga :
> http://myfolio.com/denatourumrah
> https://www.fontshop.com/people/dena-tour-umrah
> http://en.clubcooee.com/users/view/denatourumrah
> https://bandcamp.com/denatourumrah
> http://www.dannychoo.com/en/profile/denatourumrah
> https://slides.com/denatourumrah
> https://www.behance.net/denatourumrah
> https://medium.com/@denatourumrah
> https://sketchfab.com/denatourumrah
> https://codepen.io/denatourumrah

7.Selama umroh dapat mendapatkan pahala sholat paling luar biasa, sampai 100.000 kali.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Shalat di masjidku, lebih utama seribu kali (dibandingkan) shalat di selainnya kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil haram lebih utama Seratus Ribu (dibandingkan) shalat di selainnya.“ (Hadits dishahihkan oleh Al-Mundziri dan Al-Bushoiry. Al-Albany berkata: “Sanadnya shahih sesuai persyaratan Bukhori dan Muslim, Irwaul Ghalil, 4/146).

Ini sungguh luar biasa. Fadhilah (keutamaan) Sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalahbukti Allah SWT Maha Pemurah terhadap hambanya yang bersungguh sungguh menggali ridho dan ampunannya.

Kalau anda hitung secara matematika maka 1 kali sholat di Masjidil Haram setara dengan 54,5 tahun sholat di masjid beda (100.000 : (5×365 hari)). Nah bila anda berjamaah sekitar 5 kali sehari, dan sekitar ibadah umroh ialah 3 hari di Makkah, maka fadilah pahala sholat di Masjidil Haram tambah berlipat-lipat lagi. Ditambah lagi sholat sunnah yang pun kita lakukan serta diperbanyak sholat fardlu dan sholat sunah yang kita lakukan di Masjid Nabawi yang mempunyai keistimewaan pahala 1000 kali sholat di masjid lain, maka sungguh sangat spektakuler fadillah dan keutamaanya. Maha suci Allah, Maha Agung dan Maha Pemurah.

8.Fadillah umroh Ramadhan ialah haji bareng Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.
Siapa yang tidak hendak mendapat fadillah haji bareng Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Pasti seluruh kaum muslimin menginginkan meraih fadillah tersebut. Caranya ialah melaksanakan ibadah umroh pada bulan Ramadhan.

Dari Ibnu abbas radhiallaahu anhu meriwayatkan bahwa Ummu Salaim radhiallaahu anhu pernah datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, dan berkata: “Ya Rasulullah (suamiku) Abu Thalhah dan puteranya telah pergi menunaikan haji dan meninggalkan aku di rumah. “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, menjawab “Wahai Umu Sulaim, melakukan satu umrah di dalam bulan Ramadhan adalah sama ganjarannya dengan haji yang dilakukan bersamaku.”

“Umrah pada bulan Ramadhan itu bagaikan haji bersamaku (Nabi saw).” (Shahih; Shahih Al-Jami’ hadits no. 4098).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada seorang wanita Anshar, “Apa yang menghalangimu untuk ikut berhaji bersama kami?” Ia menjawab, “Kami tidak memiliki kendaraan kecuali dua ekor unta yang dipakai untuk mengairi tanaman. Bapak dan anaknya berangkat haji dengan satu ekor unta dan meninggalkan satu ekor lagi untuk kami yang digunakan untuk mengairi tanaman.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila datang Ramadhan, berumrahlah. Karena sesungguhnya umrah di dalamnya menyamai ibadah haji.” (Shahih; Shahih At-Targhib, 1117).

Itulah sebabnya kenapa pada bulan Ramadhan mereka berduyun-duyun menunaikan ibadah umroh. Suasana ibadah umroh sendiri di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada bulan Ramadhan layaknya musim haji. Ramai dan sarat sesak. Apalagi pada 10 hari terakhir Ramadhan.

Di Indonesia, ketika ini guna berangkat haji mesti antri bertahun-tahun, bahkan sampai 15 tahun lebih. Begitupun yang telah berhaji, dihimbau guna tidak berhaji lagi (paket haji reguler) guna memberi peluang porsi untuk mereka yang belum berangkat haji. Jadilah terdapat paket haji plus yang dikelola biro travel dengan ongkos bisa tiga hingga empat kali lipat haji reguler.

Oleh karena tersebut mereka memilih guna berangkat umroh Ramadhan, meskipun biayanya pun relatif mahal. Namun mereka bercita-cita bisa meraih fadillah haji bareng Rasulullah, terutama umroh pada 10 hari terakhir Ramadhan sekaligus bercita-cita fadillah malam lailatul qadar.

9.Bisa mengerjakan badal umroh untuk keluarga.
Badal umroh atau mengumrohkan seseorang, terutama orang tua atau keluarga, dibolehkan dengan kriteria tertentu. Sebagian ulama berasumsi bahwa umrah hukumnya sunnah, sampai-sampai tidak terdapat kewajiban untuk seseorang atau berpengalaman waris guna mengumrahkan orang tuanya yang telah udzur atau meninggal dunia. Kecuali andai orang tuanya pernah berniat atau bernazar untuk mengemban umrah, maka anaknya (ahli warisnya) yang memiliki keterampilan harus membayar nazar kedua orang tuanya.

Hal tersebut didasarkan pada hadits-hadits tersebut di atas dan hadits berikut ini: “Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallaahu anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: Barangsiapa yang bernazar untuk mentaati Allah maka hendaknya ditaati (ditunaikan), dan barangsiapa bernazar untuk bermaksiat ke pada Allah maka janganlah la (tunaikan nazarnya) untuk berbuat maksiat.” ( H R . al-Bukhari dan jamaah ahli Hadits).

Berdasarkan keterangan dari sebagian ulama yang lain, seseorang boleh mengerjakan umrah guna orang beda (badal umrah), baik orang yang dibadalkan tersebut masih hidup maupun telah meninggal dunia. Mereka menganalogikannya dengan ibadah haji yang sama-sama ibadah badaniyyah maliyyah. Di antara dalilnya ialah sebagai berikut:

Seorang wanita mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam lalu bertanya, “Ibuku meninggal dunia dalam kondisi belum berhaji. Bolehkah aku berhaji untuknya?” Rasul saw menjawab, “Boleh. berhajilah untuknya!” (HR at-Tirmidzi).

Dalam riwayat lain Abu Razin al-Uqayli juga mendatangi Rasul shalallahu ‘alaihi wassalam seraya mengadukan kondisi ayahnya yang sudah tua yang tidak bisa berhaji dan berumrah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam berkata, “Tunaikanlah haji dan umrah untuknya.” (HR at-Tirmidzi).

Jadi berpengalaman waris hendaknya mengerjakan badal umroh untuk orangtuanya, bilamana dirinya sendiri telah berumroh. Kedua, orangtuanya pernah berniat atau bernazar untuk mengemban ibadah umroh, dan ketiga, situasi orang tuanya telah meninggal dunia atau dalam suasana sudah tua atau sakit sampai-sampai tidak memungkinkan guna berangkat umroh.

Ibadah umroh yang dilakukan berpengalaman warisnya dengan membadalkan umroh orang tuanya, pun merupakan pekerjaan birrul walidain. Yaitu unsur dalam etika Islam yang menunjukan untuk tindakan berbakti (berbuat baik) untuk kedua orang tua. Yang mana berbakti untuk orang tua ini hukumnya fardhu (wajib) ain untuk setiap Muslim, meskipun sekiranya kedua orang tuanya ialah non muslim. Setiap muslim mesti mentaati masing-masing perintah dari dua-duanya selama perintah itu tidak berlawanan dengan perintah Allah SWT. Birrul walidain merupakan format silaturahim yang sangat utama.

10.Bisa mendapat fadillah pahala umroh berkali-kali.
Para jamaah umroh sekitar mukim di Madinah maupun Makkah, maka tidak ada pekerjaan lain kecuali tiga hal. Yaitu, sholat berjamaah ke Masjid Nabawi atau Masjidil Haram, berzikir-berdoa-dan tadarus Al Qur’an serta santap dan tidur. Kegiatan plusnya ialah jalan-jalan atau ziarah dan melakukan pembelian barang he..he..

Dengan begitu sebenarnya tidak sedikit waktu luang untuk jamaah sebab tidak ada pekerjaan bekerja dan hal keluarga sebagaimana di tanah air. Di samping ibadah wajib, jamaah umroh dapat lebih bebas mengerjakan ibadah sunah, baik di malam hari maupun di masa-masa dhuha. Namun terdapat satu ibadah yang kadang sulit dilaksanakan di tanah air sebab kesibukan pekerjaan, yakni ibadah seusai sholat subuh sampai waktu matahari keluar tiba dengan dilanjutkan ibadah sholat dua rakaat.

“Barang siapa shalat Shubuh berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah secara sempurna, sempurna, sempurna.” (Shahih; Shahih Al-Jami’ hadits no. 6346).

“Barang siapa berjalan untuk shalat wajib berjamaah maka itu pahalanya seperti pahala orang yang berhaji dan ihram. Barang siapa berjalan untuk shalat sunnah maka itu seperti pahala umrah.” (Hasan; Shahih Al-Jami’ hadits no. 6556).

“Barang siapa berjalan untuk shalat wajib dalam keadaan sudah suci (berwudhu di rumah), maka ia seperti mendapatkan pahala orang yang berhaji dan ihram….” (Shahih; HR Ahmad).

Nah bilamana ibadah tersebut saya dan anda lakukan setiap hari sekitar 7-10 hari di Tanah Suci, cocok paket umroh yang anda ikuti, berarti kita dapat meraih pahala umrah berkali-kali, tanpa mengerjakan ibadah umroh sendiri.

Demikian istimewanya ibadah umroh yang diserahkan Allah SWT untuk umat islam. Mengapa anda masih membisu tidak inginkan melakukannya sebenarnya kita sudah mampu? Bayangkan deviden dan keistimewaan yang diserahkan Allah SWT untuk kita yang membayar umroh. Tidak terdapat yang bisa menilainya di dunia ini. Semoga dengan jelasnya ganjaran yang diterima untuk mereka yang membayar ibadah umroh, hati anda menjadi tergerak guna menunaikannya, terutama untuk yang sudah dapat tetapi belum terdapat niatan guna pergi.

Selain Itu Denatour Juga Melayani Segala Tour dan Umroh dibawah ini :
Umroh tahun Baru VIP
Umroh Desember VIP
Umrah Promo Tahun Baru
Umroh Promo Desember
Umroh Turki Tahun Baru
Umroh Dubai Tahun Baru
Umroh Al Aqsa Tahun Baru
Umroh Plus Rusia Scandinavia
Umroh plus Eropa Tahun Baru
Umroh plus Spain Maroco
Tour Eropa Muslim Promo
Tour Turki Promo
Tour Turki Cairo Alexandria
Tour Korea Korea Muslim
Tour Jepang Muslim Tahun Baru
Tour China Muslim Tahun Baru
Tour Korea Uzbekistan
Tour Amerika Muslim
Tour Australia Muslim
Tour Hongkong Shenzen Macau
Tour Amerika Canada
Tour Australia New Zealand
Tour Rusia Balkan

Untuk keterangan umroh desember 2018 lebih lanjut, Silakan Kontak Dena Tour Travel (Berpengalaman 23 Tahun) : Jl. Condet Pejaten No. 16, Pejaten Barat, Jakarta Selatan DKI Jakarta 12510

(Chat WhatsApp) Abdullah HP – WA : 0878-7745-7475 atau Khusnul HP – WA : 0813-1649-3669 atau ask@denatours.com

Web Web Resmi Kami :
https://www.denaumrah.com
https://www.denaumroh.com
https://denatour.co.id



  • Artikel (Umroh)dari kategori yang sama


    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Inilah Keistimewaan Dari Ibadah Umroh
      Komentar(0)